by

Tanya Dokter Tentang Bayi: Tips Sehat untuk Bayi Usia 6 Bulan Keatas

Memiliki momongan bayi usia 6 bulan, semestinya Anda sudah lebih tenang karena di usia ini bayi sudah memiliki tubuh yang lebih kuat dan lebih tegak dibandingkan saat berusia kurang dari 6 bulan. Namun selain itu, seiring dengan perkembangan si kecil, bayi usia 6 bulan ke atas juga membutuhkan makanan yang lebih dibandingkan yang lalu. Jika sebelumnya bayi hanya Anda beri asi saat mereka membutuhkannya, bayi usia 6 bulan ke atas harus juga mulai diberi makanan pendamping asi atau MPASI yang tepat. Tak sembarang makanan yang bisa Anda berikan padanya, jika tak ingin bayi tersedak atau bahkan mengalami masalah pencernaan yang serius. Selain makanan, pola tidur dan stimulasi juga harus semakin diperhatikan agar tumbuh kembangnya optimal. Untuk menjaga kesehatannya dengan imunisasi, Anda bisa tanya dokter tentang bayi di Puskesmas. Tetapi untuk tips sederhana menjaga bayi tetap sehat di usia 6 bulan ke atas, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

Mengatur jadwal makan bayi.

Tambahan MPASi akan mengubah jadwal makan bayi sebelumnya yang hanya asi saja. Makanan yang bisa Anda berikan seharusnya bervariasi agar dapat menjadi sumber nutrisi yang lengkap dan seimbang. Untuk jadwal pemberiannya, Anda bisa menggunakan contoh sebagai berikut:

  • 00 (bangun tidur): ASI.
  • 00 (makan pagi): Bubur.
  • 00 (cemilan): ASI.
  • 00 (makan siang): Buah.
  • 00 (sebelum tidur siang): ASI.
  • 00 (cemilan): Biskuit/buah.
  • 00 (makan malam): ASI.
  • 00 (sebelum tidur): ASI.

Waktu tidur.

Regenerasi sel, perkembangan jaringan dan perkembangan otak serta organ lainnya dilakukan lebih banyak saat manusia tertidur. Begitu juga dengan produksi berbagai hormon yang dibutuhkan oleh tubuh. Karenanya jaga kualitas tidur bayi agar ia mendapatkan tidur yang nyenyak sesuai dengan jumlah waktu yang dibutuhkan. Bayi usia 6 bulan membutuhkan waktu tidur sekitar 13 hingga 14 jam sehari. Waktu ini bisa terbagi menjadi 9 – 11 jam untuk tidur malam dan sisanya di siang atau sore hari. Untuk menjaga agar si kecil terlelap, gunakan kelambu pelindung nyamuk di badannya atau Anda juga bisa menggendong bayi sedikit longgar agar si kecil tidak mudah kaget dengan gerakan yang tanpa sadar ia lakukan sendiri.

Stimulasi.

Usia 6 bulan bayi lebih aktif bergerak meski belum terarah. Matanya sudah mulai dapat melihat dengan lebih fokus dan membedakan warna-warna. Beri si kecil stimulasi yang dibutuhkan seperti mainan dengan bunyi dan warna yang menarik untuk digantung di dekat tempat tidur. Anda juga bisa memberi teether yang bisa dipegang dan digigit dengan aman. Perdengarkan musik lambat-lambat untuk memberikan stimulasi otak bayi dan indra pendengarannya.

Dengan menjaga ketiga hal diatas, diharapkan bayi dapat tumbuh dengan sehat optimal. Selain dukungan tersebut juga harus diperhatikan asupan nutrisinya sebagai bekal tumbuh kembang si kecil. Jaga kesehatannya dengan imunisasi dan memeriksakannya jika si kecil sakit. Jika bayi Anda memiliki gejala sakit atau gejala tumbuh kembang yang tak biasa, Anda juga bisa tanya dokter tentang bayi pada aplikasi Halodoc yang mempertemukan Anda dan dokter spesialis anak secara online. Halodoc akan membantu memberikan masukan dan pengarahan seputar kondisi dan masalah yang Anda sampaikan. Dengan begitu Anda sudah mengetahui tindakan pencegahan atau apa yang harus dilakukan sebelum membawa si kecil ke dokter secara langsung jika dibutuhkan.

News Feed